Jumat, 23 Mei 2014

Sendiri

SENDIRI


Diatas batu karang
Di hamparan tepian pantai
sendiri jiwa ini menatapkan senja
kicau merdu sang camar setia menemani
Mencoba memecahkan kepedihan yang kurasa

Sendiri raga ini memecahkan keluh
Dihamparan butiran pasir
Ku mencoba melukiskan wajahmu
Meski ombak datang menyapukan

Di tengah laut sana ombak bergemuruh
Dedaunan nyiur saling bergoyang
Seakan memberi tahu dia disini

Tha

Tidak !!!
Hatiku membantah tajam
Semua hanyalah imajinasi konyolku
Yang berangan tinggi menatapnya

Biarlah diri ini sendiri
Di tengah dunia yang ramai
Meski hanya kesunyian
Yang selalu terasa didekapan jiwa


Tha
"~_~"

2 komentar:

  1. kenapa harus pantai?? kenapa ga hutan aja biar menggambarkan gue?? kenapa harus pantai? kan aku cemburu miiissss *lari keluar rumah,dibawah hujan ala2 pelem india

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantai itu tempat yang paling bersahabat miss, sahabat yang paling passsss bgt ketika dalam kejenuhan, mumet, bete, sepi, de el el dech.. Ada hempasan ombaknya yang memecah sunyi, ada sapaan angin yang menghampiri #jiaahh...personifikasi bgt haha ..:P.

      Nahh...hutan??? itu c lbh tepat kalau nanti bkin puisi bertema pembunuhan za yach miss. korban digantung, dibunuh dan dibuang ke hutan belantara...hehehehe....

      Hapus