Rabu, 17 Desember 2014

Jingga dan Mentari

JINGGA DAN MENTARI



Batu karang menatap pasrah kepada senja yang menyapa
genangan airpun menghempaskan diri di butiran pasir
perlahan mata menatap bintang 
dikala jiwa merindukan mentari
berharap esok tersambut hangat sapaannya
atau hanya senyuman mendung berlapiskan awan abu

hari ini mentari tersapa hangat
meskipun Titik hujan jatuh 
seakan menjadi isyarat adanya jingga 

tak pernah ada kata ataupun rasa terucap
hanya rangkaian kisah ketika jingga hadir ditengah mentari
bermimpi meniti sebuah angan
tanpa ingat akan adanya kelam dan ruang waktu

biarkan alam yang akan bercerita
atas diamnya jiwa dan bedanya sikap
atas adanya rasa yang nyata
atas bungkamnya sebuah rasa

hingga rintik hujan akan datang
hingga petang akan menenggelamkan
hingga tersisa malam yang terus berharap

Tha
“~_~”



Sorry



SORRY


Di setiap ucapanmu
Menimbulkan serangkai makna
Di dalam hati ini
Perlahan menjadi penasihat diri
Kebersamaan yang terlewati
Keceriaan dan kedukaan
Memiliki arti tersendiri
Disetiap cerita yang terjalani
Sorry...
Karena aku memiliki cinta
Dihatiku untuk dirimu
Namun cinta ini sebatas angan
Sebatas kebersamaan yang terjalani



Tha
“~_~”