JINGGA DAN MENTARI
Batu karang menatap pasrah kepada senja yang menyapa
genangan airpun menghempaskan diri di butiran pasir
perlahan mata menatap bintang
dikala jiwa merindukan mentari
berharap esok tersambut hangat sapaannya
atau hanya senyuman mendung berlapiskan awan abu
hari ini mentari tersapa hangat
meskipun Titik hujan jatuh
seakan menjadi isyarat adanya jingga
tak pernah ada kata ataupun rasa terucap
hanya rangkaian kisah ketika jingga hadir ditengah
mentari
bermimpi meniti sebuah angan
tanpa ingat akan adanya kelam dan ruang waktu
biarkan alam yang akan bercerita
atas diamnya jiwa dan bedanya sikap
atas adanya rasa yang nyata
atas bungkamnya sebuah rasa
hingga
rintik hujan akan datang
hingga petang akan menenggelamkan
hingga tersisa malam yang terus berharap
Tha
“~_~”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar